AI boleh jadi alat penjajahan digital - Anwar
TOKYO: Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas ketika ini dibimbangi boleh menjadi satu alat penjajahan digital, kata Datuk Seri Anwar Ibrahim. Perdana Menteri berkata meskipun teknologi itu berpotensi mempercepatkan produktiviti, mengubah landskap industri serta membuka laluan baharu kepada pembangunan, ia turut membawa risiko yang tidak boleh dipandang ringan. Beliau berkata perkembangan AI berupaya melebarkan jurang ketidaksamaan, menumpukan kuasa kepada piha
Prime Minister Anwar Ibrahim has cautioned that the widespread adoption of artificial intelligence (AI) could potentially lead to a form of digital colonialism. While acknowledging AI's capacity to boost productivity and drive development, he highlighted significant risks such as exacerbating inequality and concentrating power. Ibrahim stressed that developing nations must have a greater role in shaping AI's governance and regulations to prevent a new era of "technological fascism."
The remarks underscore the global debate on ensuring equitable access to and control over emerging technologies like AI, which could reshape international power dynamics.
📌 Kaynak
Bu özet Malaysia kaynağından otomatik derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →