Selat Hormuz Dibuka, Pemulihan Logistik Dijangka Lama
KUALA LUMPUR: Perjanjian bersejarah antara Amerika Syarikat (AS) dan Iran untuk membuka semula Selat Hormuz bakal meredakan krisis tenaga global melalui penamatan sekatan tentera laut, lapor Financial Times. Walau bagaimanapun, pemulihan aliran rantaian bekalan dunia dijangka memakan masa yang lama berikutan cabaran operasi logistik yang kompleks di perairan berkenaan. Berdasarkan persepakatan yang dicapai hasil campur tangan Pakistan dan Qatar selaku pengantara, pihak AS ber
Perjanjian antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz diharapkan dapat meredakan krisis tenaga global. Namun, pemulihan aliran logistik diperkirakan memakan waktu lama karena tantangan operasional di perairan tersebut. Kesepakatan ini dihasilkan setelah campur tangan Pakistan dan Qatar sebagai pihak ketiga. AS setuju menarik balik blokade laut terhadap Iran, sementara Tehran tidak akan mengenakan tol selama 60 hari. Harga minyak dunia turun setelah pengumuman ini. Namun, sekitar 500 kapal dagang masih terkunci di Teluk setelah konflik berlarut. Proses penyelarasan diharapkan memakan waktu berminggu-minggu. Pemilik kapal tetap waspada terhadap risiko keamanan. Tentera laut Eropa mulai mempersiapkan sumber daya untuk bantu pembersihan. Industri perkapalan mengeluarkan panduan keselamatan baru untuk laluan tersebut.
Pemulihan Selat Hormuz berdampak signifikan pada stabilitas pasokan energi global.
📌 Kaynak
Bu özet Malaysia kaynağından otomatik derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →