Update Data Kerusakan Gempa Sulteng: 847 Bangunan di 33 Desa Rusak
Gempa dangkal dengan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah kemarin, merusak 33 desa dan 1.834 KK terdampak. Sigi adalah wilayah paling terdampak.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 33 desa terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah yang terjadi pada Selasa (16/6).
"Ada empat kabupaten, satu kota, total 10 kecamatan dan 33 desa terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (17/6).
Rincian daerah yang terdampak yakni di Kabupaten Sigi terdapat tujuh kecamatan dan 30 desa. Kemudian di Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kora Palu.
BNPB juga mencatat gempa bumi itu menyebabkan 1.834 kepala keluarga (KK) atau sekitar 5.784 jiwa terdampak.
"Dengan rincian di Sigi itu ada 1.813 KK, Parigi Moutong 21 KK," ucap Abdul.
Abdul menyebut gempa bumi itu juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 73 orang luka ringan dan tiga korban luka berat.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/6) sekitar pukul 10.27 WITA. Gempa ini turut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.
BMKG menyebut gempa tersebut diakibatkan Sesar Sausu. Penyebab gempa ini berbeda dengan apa yang terjadi pada 2018 lalu. Saat itu, Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah luluh lantak karena gempa bumi dan likuifaksi dari Sesar Palu-Koro.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Selasa (16/6).
Akibat gempa yang terjadi kemarin, adal lebih dari 800 bangunan--rumah warga hingga fasilitas umum--yang mengalami kerusakan baik ringan hingga parah.
"Iya BPBD mencatat ada 847 rumah warga dan berbagai gedung bangunan yang terdampak gempa kemarin," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring kepada CNNIndonesia.com, Rabu pagi tadi.
Dampak gempa yang cukup parah terjadi di Kabupaten Sigi, kata Sembiring BPBD mencatat ada sekitar 800 rumah warga mengalami kerusakan.
"Sigi terdampak paling berat dengan 800 unit rumah mengalami kerusakan terdiri dari 720 rusak ringan dan 68 rusak sedang dan 12 rusak berat. Kemudian ada 2 kantor rusak, 15 sarana ibadah dan satu jembatan penghubung Desa Kamarora B-Desa Tongoa turut terdampak," ungkapnya.
Selain itu, kata Sembiring untuk korban luka dan jiwa, saat ini ada satu warga Sigi dilaporkan meninggal dunia.
"Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung, sementara 63 orang luka ri
📌 Kaynak
Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →