Mahasiswa Gabungan Gelar Aksi di Depan Gedung Grahadi Surabaya

📌 Diğer 📰 Indonesia 🕐 4 saat önce
Mahasiswa Gabungan Gelar Aksi di Depan Gedung Grahadi Surabaya

Massa mahasiswa berasal dari pelbagai kampus di Surabaya seperti Unair, UPN Veteran, Unesa, Umsura), Aliansi BEM Surabaya dan element mahasiswa lainnya.

Massa mahasiswa memadati Jalan Gubernur Suryo untuk melakukan demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/6). Mereka memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.

Massa mahasiswa berasal dari pelbagai kampus di Surabaya, mulai dari Universitas Airlangga (Unair), UPN Veteran Jawa Timur, Uneversitas Negeri Surabaya (Unesa) Universtas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Aliansi BEM Surabaya dan element mahasiswa lainnya.

Mereka membawa poster dan spanduk bernada protes. Para mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya itu juga bergantian melakukan orasi melalui pengeras suara.

"Besok beberapa dari kita akan melaksanakan Salat Jumat, besok Hari Minggu beberapa dari kita akan melaksanakan ibadah mingguan, tapi hari ini kita akan melaksanakan ibadah perlawanan," kata salah satu orator.

Dalam orasinya, mahasiswa kemudian menyinggung kondisi demokrasi Indonesia yang kian di ujung tanduk. Mereka juga menyinggung peran aparat yang saat ini tak menjalankan tugasnya, dan justru bermain proyek Makan Bergizi Gratis (MBG)

"Hari ini kita melihat pemerintah semakin merongrong-rongrong demokrasi, tentara kita tidak menjaga perbatasan tapi malah mengurus MBG. Indonesia sedang sakit parah," kata dia.

Akibat aksi ini Jalan Yus Sudarso ditutup total. Arus lalu lintas dialihkan sementara. Di sepanjang gerbang Grahadi, telah terpasang pagar kawat berduri. Sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di sisi dalam halaman gedung.

Sebelumnya Presiden BEM Unair M Rizqi Senja Virawan mengatakan melalui aksi ini mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan sejumlah program nasional yang dinilai tidak efektif dan membebani APBN.

Rizqi menyebut pihaknya telah melakukan kajian dan menyusun setidaknya 16 tuntutan untuk disampaikan dalam aksi tersebut. Dari belasan tuntutan itu, ada dua tuntutan utama yang menjadi fokus aksi.

"Untuk tuntutan kami itu sebetulnya ada 16. Cuma kalau untuk tuntutan utamanya itu adalah hentikan program Makan Bergizi Gratis sama Koperasi Desa Merah Putih. Lalu ada cabut Undang-undang Polri dan Undang-undang TNI. Itu yang menjadi tuntutan paling utama," kata Rizqi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (16/6).

Sementara tuntutan lain yakni BEM Unair mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat. Kemudian menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.

BEM Unair juga mendesak negara dan aparat menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil. Serta membebaskan seluruh tahanan

📌 Kaynak

Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
📱
News AI World — Mobil uygulama
Bu haberleri 45 dilde, anlık çeviriyle cebinde. Erken erişim için Gmail adresini bırak.
← Tüm haberlere dön