Pernyataan Mahasiswa UGM soal Diskusi Budiman Cs: Bukan Forum Genuine
Mahasiswa UGM menolak diskusi yang dianggap tidak genuine. Mereka mengekspresikan ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan menuntut perubahan kebijakan.
Massa mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut acara diskusi kopdar yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo GIK UGM dan mereka geruduk pada Senin (15/6) malam, bukan forum 'genuine'.
Hal itu disampaikan melalui pernyataan sikap bersama yang dibacakan di selasar Balairung, UGM, Sleman, Rabu (17/6) sore. Isinya, termasuk penjelasan aksi mereka menggeruduk forum Kopdar Bareng Mas Dar di GIK.
Sebagai informasi, acara diskusi kopdar tersebut diisi oleh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. Forum malam itu bertemakan 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia'.
Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa aksi di GIK adalah bentuk ekspresi ketidakpercayaan para mahasiswa terhadap pemerintah yang berulang kali secara jelas menindas rakyat.
Mengetahui akan diselenggarakannya acara tersebut, termasuk daftar pejabat hadir dan media-media pendukungnya, para mahasiswa yang merasa muak lantas berkumpul dan menolak tinggal diam.
"Setelah satu persatu dari kami masuk ke GIK, kecurigaan kami bahwa forum ini bukanlah forum diskusi yang genuine semakin terafirmasi," bunyi pernyataan tersebut yang dibacakan, Rabu sore.
Menurut mereka, acara yang dilabeli sebagai wadah diskusi ternyata cuma ajang pamer pencapaian pemerintah, dengan porsi bicara timpang guna menghasilkan korespondensi yang substantif.
"Maka, di tengah segala teriakan, bentrokan, dan barang yang terlempar ke tengah panggung dari berbagai arah dan pihak, yang seharusnya disoroti hanyalah satu: rasa muak serta ketidakpercayaan kami terhadap pemerintah yang terlebih dahulu menindas rakyatnya dengan kekerasan," ungkap mereka.
"Setelah kekerasan yang dilakukan pemerintah sudah terlihat sebegitu telanjangnya lewat korupsi, penggusuran, penangkapan, hingga pembunuhan, tidak bolehkah kami sedikit menunjukkan kekecewaan, ketidakpercayaan, serta kemarahan kami? Kekerasan yang terus berulang dan kian membuat kami muak adalah bukti bahwa logika "oknum" tak lagi dapat dibenarkan," sambungnya.
Mereka menilai kemarahan yang meledak dalam forum tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi kekecewaan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Dalam pernyataannya, mahasiswa menyebut rentetan kekerasan yang terjadi merupakan hasil dari kebobrokan struktural yang terus dipelihara rezim.
Mereka mencontohkan sejumlah kebijakan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mengorbankan anggaran pendidikan, proyek food estate yang disebut menj
📌 Kaynak
Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →