Demo di Grahadi Bubar Kondusif, Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Susulan

📌 Diğer 📰 Indonesia 🕐 2 saat önce
Demo di Grahadi Bubar Kondusif, Mahasiswa Bakal Gelar Aksi Susulan

Ribuan mahasiswa menggelar demonstrasi di Surabaya, menuntut penghentian program kontroversial dan pencabutan undang-undang militerisme.

Demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan kondusif. Mereka menyatakan akan menggelar aksi susulan apabila pemerintah tak kunjung melakukan perbaikan.

Para mahasiswa membubarkan diri setelah sempat ada sekelompok orang berpakaian hitam yang tak teridentifikasi, melakukan pembakaran sampah dan poster Presiden Prabowo Subianto di tengah massa aksi. Mereka juga meneriakkan kata "Revolusi! Revolusi! Revolusi," berulangkali.

Sesaat setelah itu, mahasiswa dari berbagai kampus memilih mundur dan berangsur membubarkan diri. Sementara massa berpakaian hitam sempat bertahan di depan Grahadi selama beberapa saat.

Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair) M Rizqi Senja Virawan mengatakan aksi ini diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur.

"Kami bersama kawan-kawan aliansi BEM Jawa Timur, ada dari teman-teman BEM SI Jatim dan kawan-kawan dari UPN Veteran Jawa Timur dan lain sebagainya," kata Rizqi.

Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat. Salah satunya terkait penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

"Kami di sini satu suara untuk menuntut dihentikannya Makan Bergizi Gratis. Dan menuntut dihentikannya program Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI yang dinilai membuka ruang bagi militerisme di ranah sipil.

"Kami juga menuntut untuk dicabutnya undang-undang Polri dan juga undang-undang TNI. Selain itu kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," katanya.

Ia menegaskan, aksi ini tidak ditujukan untuk meminta audiensi dengan pejabat tertentu. Menurutnya, pertemuan dengan pejabat selama ini dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi tuntutan mahasiswa.

"Kami merasa walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi selama beberapa tahun terakhir," tuturnya.

Rizqi menjelaskan, tujuan utama aksi ini adalah memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat luas tentang kondisi sosial, politik dan ekonomi negara saat ini.

"Jadi goalsnya adalah kami mengedukasi dan juga memberikan penyadaran kepada masyarakat luas, bahwasanya negara hari ini sedang tidak baik-baik saja," katanya.

Ia juga memastikan akan ada aksi lanjutan yang dilakukan mahasiswa jika pemerintah tetap tidak melakukan perbaikan.

"Akan ada aksi lanjutan ketika pemerintah tidak pernah berbenah," ujarnya.

Lebih jauh, Rizqi menyampaikan pesan solidaritas kepada mahasi

📌 Kaynak

Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
📱
News AI World — Mobil uygulama
Bu haberleri 45 dilde, anlık çeviriyle cebinde. Erken erişim için Gmail adresini bırak.
← Tüm haberlere dön