Kagama Muda Dukung Mahasiswa UGM Geruduk Diskusi Budiman Sudjatmiko Cs
Kagama Muda Bergerak dukung aksi mahasiswa UGM yang kritik pejabat negara. Mereka serukan pentingnya kebebasan berekspresi.
Kagama Muda Bergerak menyatakan mendukung aksi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggeruduk diskusi kopdar di Joglo GIK, Sleman, DIY yang dihadiri tiga pejabat negara, Senin (15/6).
Sebagai informasi, acara diskusi Kopdar Bareng Mas Dar itu diisi oleh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko. Forum malam itu bertemakan 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia'.
Kagama sendiri merupakan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada. Kagama Muda Bergerak sementara dibentuk oleh para alumni yang punya latar belakang aktivisme atau pergerakan semasa kuliah dulu, terutama lulusan angkatan 2012 ke bawah.
Dalam pernyataannya, Kagama Muda Bergerak menilai pembubaran diskusi oleh mahasiswa UGM perlu dipahami sebagai bentuk kritik terhadap monopoli diskursus Pancasila di tengah krisis sosial, ekonomi, dan politik yang dirasakan masyarakat.
Menurut mereka, ketika kenaikan harga bahan pokok, BBM, pelemahan nilai tukar rupiah, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang masif, serta berbagai persoalan ekonomi menjadi perhatian publik. Penekanan yang berlebihan pada retorika Pancasila dan kerukunan dipandang sebagai pengabaian terhadap persoalan yang lebih mendesak.
"Sebagai konsekuensi dari pembubaran diskusi, kritik mahasiswa UGM perlu dipahami sebagai tuntutan atas perbaikan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang lebih nyata," tulis keterangan Kagama Muda Bergerak yang diterima, Rabu (17/6).
"Pada titik ini, kritik tersebut tidak lagi berada semata pada level ekspresi demokratis atau artikulasi keresahan publik, namun telah bergerak menjadi tuntutan politik atas stagnasi perbaikan ekonomi dan ketidakmampuan negara menjawab persoalan material yang dihadapi masyarakat," sambung pernyataan itu.
Mereka juga menyoroti menguatnya keterlibatan institusi militer dan kepolisian dalam berbagai ranah sipil yang disebut sebagai wujud nyata kemunduran demokrasi.
Atas kondisi tersebut, Kagama Muda Bergerak menyatakan sikapnya. Pertama, mendukung aksi protes mahasiswa UGM terhadap Budiman, Sudaryono dan Nusron. Menurut mereka, aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi kegelisahan terhadap kesulitan masyarakat sekaligus wujud perlawanan terhadap otoritarianisme negara dan keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat.
Kagama Muda Bergerak menegaskan bahwa kritik mahasiswa kepada para pejabat publik tersebut merupakan bentuk partisipasi warga negara. Sifatnya sah dan dijamin konstitusi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terdampak berbagai kebijakan yang dinilai keliru.
"Tradisi
📌 Kaynak
Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →