Kejar Target, Mensos Ingatkan Pemda Kunci Transisi Sekolah Rakyat

📌 Diğer 📰 Indonesia 🕐 2 saat önce
Kejar Target, Mensos Ingatkan Pemda Kunci Transisi Sekolah Rakyat

Dalam proses merampungkan 93 Sekolah Rakyat sebelum Juli 2026, Mensos mendorong peran aktif pemda terkait transisi dan operasional Sekolah Rakyat.

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan bahwa proses pembangunan 93 Sekolah Rakyat saat ini sudah hampir rampung, yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, fase krusial ini harus menjadi perhatian bersama lintas sektoral. Kolaborasi dengan pemerintah daerah disebut menjadi kunci sukses transisi dan operasional program prioritas Presiden tersebut.

Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen bersama 126 perwakilan pemerintah daerah dari 93 kabupaten/kota pemilik Sekolah Rakyat permanen di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Rabu (17/6).

"Masing-masing ada yang masih tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi yang akan menggunakan gedung permanen. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang baik agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik," ujar Gus Ipul.

Sebanyak 48.975 bakal calon siswa telah terjangkau program Sekolah Rakyat melampaui kuota awal 32.640 siswa di tengah progres pembangunan 93 sekolah permanen yang kini telah mencapai 78,75 persen.

Secara nasional, pada tahun ajaran 2026/2027 akan beroperasi 178 Sekolah Rakyat, terdiri dari 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan 2025, dan 8 sekolah rintisan baru 2026. Dari sisi kesiapan fisik, 69 lokasi telah rampung dan 24 lainnya sudah dapat difungsikan.

Gus Ipul menjelaskan, masih ada tantangan lain selepas penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Tantangan itu mencakup proses pemindahan siswa, penerimaan siswa baru, memastikan dukungan di tahap awal, hingga antusiasme masyarakat.

Mensos menilai, antusiasme tinggi itu merupakan indikator sekaligus tantangan. Dari total 48.975 anak yang telah terdata, mayoritas berasal dari kelompok paling rentan 85,8 persen penerima PKH dan 77,6 persen dari desil 1-2 DTSEN dengan sebagian merupakan anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan.

"Yang kita lihat bukan hanya capaian akademik, tapi perubahan anak-anak ini. Mereka sekarang jauh lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan punya harapan terhadap masa depan," katanya.

Memasuki masa transisi menuju operasional penuh, peran pemerintah daerah menjadi penentu, terutama dalam penetapan siswa, pembentukan tim transisi, hingga dukungan tenaga pengajar dan sosialisasi masyarakat.

"Bisa jadi di tempat yang baru kita masih mengalami kekurangan tenaga kependidikan. Maka itu kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara untuk tahap awal ini," tambah Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, para perwaki

📌 Kaynak

Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
📱
News AI World — Mobil uygulama
Bu haberleri 45 dilde, anlık çeviriyle cebinde. Erken erişim için Gmail adresini bırak.
← Tüm haberlere dön