DPR Ingatkan Mahasiswa Tetap Kritis Meski Diajak Gibran Kunker
Pimpinan Komisi X DPR bidang pendidikan mengingatkan agar mahasiswa yang ikut kunjungan kerja Wapres Gibran bisa tetap kritis terhadap program pemerintah.
Wakil Ketua Komisi X DPR bidang pendidikan, Lalu Hadrian mengingatkan agar mahasiswa yang ikut dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa tetap kritis terhadap program pemerintah.
Lalu mengaku tak mempermasalahkan kehadiran mahasiswa dalam kunjungan kerja tersebut. Namun, dia menilai sikap kritis mahasiswa tak bisa dihentikan hanya karena diajak dalam kunjungan kerja pemerintah.
"Sikap kritis mahasiswa tidak boleh dihentikan, itu menurut kami. Artinya mahasiswa juga memiliki pikiran terbuka, bisa melihat perkembangan dari program-program pemerintah yang akan dilaksanakan maupun yang sudah dilaksanakan," kata Lalu di kompleks parlemen, Kamis (18/6).
Politikus PKB itu juga turut angkat suara soal pembubaran forum diskusi tiga pejabat tinggi negara oleh sejumlah mahasiswa di UGM pada Senin (15/6) malam lalu.
Dia berharap agar masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Dia menganggap aksi itu tak lebih dari ekspresi kemarahan mahasiswa karena terbawa suasana.
Apalagi, tiga pejabat yang hadir, yakni Menteri ATR BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, tak mempermasalahkan hal itu.
"Tapi saya rasa sudah nggak ada masalah kan, Mas Nusron, Mas Daryono, Mas Budiman juga sudah memahami itu," katanya.
Namun, Lalu juga mengingatkan agar penyampaian kritik tetap dilakukan dengan sopan dan menjunjung tinggi etika ketimuran. Saran itu bukan ditujukan hanya untuk mahasiswa, namun juga semua pihak yang menyampaikan kritik.
"Bukan berarti mahasiswa tidak sopan, mahasiswa tidak santun, enggak. Yang saya maksud adalah semua harus menjunjung tinggi, baik mahasiswa maupun pemerintah," katanya.
Gibran dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Papua mengajak sejumlah mahasiswa. Dalam foto yang dibagikan Setwapres ke wartawan terlihat sejumlah mahasiswa dengan jas almamater mengikuti Gibran menaiki tangga pesawat.
Kunker sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Daftar mahasiswa yang hadir antara lain yakni Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma dan Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia (UI).
Kemudian Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
"Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua," kata Gibran d
📌 Kaynak
Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.
Orijinal haberi oku →