Jalur Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Status Siaga

📌 Diğer 📰 Indonesia 🕐 3 saat önce
Jalur Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Status Siaga

Jalur pendakian Gunung Merapi masih ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan. Balai TNGM mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi palsu.

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan jalur pendakian Gunung Merapi yang berlokasi di wilayah D.I. Yogyakarta-Jawa Tengah masih ditutup sampai hari ini.

Pernyataan ini sebagai respons atas konten viral di media sosial, memperlihatkan aktivitas pendakian dan ajakan kepada masyarakat, bahkan pembukaan jalur pendakian Gunung Merapi.

Kepala Balai TNGM, Heri Wibowo menjelaskan penutupan jalur pendakian telah diberlakukan sejak 22 Mei 2018 menyusul peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Selanjutnya, pada 5 November 2020, status aktivitas kembali dinaikkan menjadi Level III (Siaga) dan hingga kini masih berlaku.

"Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana," kata Heri dalam keterangan resminya, Senin (29/6).

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19-25 Juni 2026 yang diterbitkan BPPTKG, aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi dengan aktivitas erupsi efusif dan status gunung masih berada pada Level III (Siaga).

Heri menyebut suplai magma ke permukaan masih berlangsung sehingga sewaktu-waktu dapat memicu guguran lava maupun awan panas guguran yang meluncur mengikuti alur sungai di lereng gunung.

Saat ini, kata Heri, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya yang meliputi alur Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer dari puncak. Sementara pada alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, potensi luncuran material vulkanik dapat mencapai jarak maksimal 7 kilometer dari puncak.

Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi alur Sungai Woro dengan jarak luncur maksimal 3 kilometer serta Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak. Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik berupa lontaran batu pijar diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Balai TNGM juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi sesuai rekomendasi BPPTKG/PVMBG.

Menurut Balai TNGM, jalur pendakian melalui New Selo menuju puncak Gunung Merapi justru berada di dalam kawasan rawan tersebut. Jalur itu mencakup pintu gerbang hingga Pos I yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari puncak, Pos II sekitar 1,64 kilometer, Pasar Bubrah sekitar 0,7 kilometer, hingga puncak.

Seluruh titik tersebut berada di dalam zona yang berpotensi terdampak lontaran material vulkanik maupun awan panas, sehingga aktivitas

📌 Kaynak

Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
📱
News AI World — Mobil uygulama
Bu haberleri 45 dilde, anlık çeviriyle cebinde. Erken erişim için Gmail adresini bırak.
← Tüm haberlere dön