Budayawan Lampung Jelaskan Arti Prosesi Injak Kepala Kerbau Jokowi

📌 Diğer 📰 Indonesia 🕐 2 saat önce
Budayawan Lampung Jelaskan Arti Prosesi Injak Kepala Kerbau Jokowi

Prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun.

Prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari tradisi sakral budaya masyarakat Lampung yang sudah berusia ratusan tahun.

Prosesi injak kepala kerbau diadakan pada upacara begawi cakak pepadun, yaitu pengangkatan seseorang saat memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik tahta sebagai peyimbang atau pemimpin adat.

Ritual ini melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri dengki, dan ketamakan, serta bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.

Demikian dijelaskan Budayawan Lampung yang juga Dewan Pakar Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Admi Syarif, di Bandar Lampung, Selasa (30/6).

Menurut Admi, prosesi injak kepala kerbau yang dalam bahasa Lampung Mesol Kibau sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

"Prosesi ini biasanya dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun dalam tradisi masyarakat Lampung. Cakak Pepadun merupakan prosesi sakral yang menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai penyimbang atau pemimpin adat," kata Admi.

Admi menambahkan, salah satu prosesi dalam Cakak Pepadun adalah Mesol Kibau atau penyembelihan kerbau.

Kata Admi, dalam budaya Lampung, kerbau memiliki kedudukan yang istimewa. Kerbau sering menjadi ukuran dalam berbagai perhitungan adat maupun penyelenggaraan pesta besar.

"Jadi sebetulnya begini ya, kalau kita cerita menginjak kepala kerbau atau kiyak kulu kibau kalau bahasa lampung ini memang sudah dikenal cukup lama di Lampung walaupun mungkin tidak semua kebuwayan ya, tadi saya katakan masing masing beda," katanya.

Tapi, bagi Admi, yang merupakan Megou Pak Tulangbawang, dia mengenal istilah proses injak kulu kibau yang biasanya ada dalam acara Begawi.

"Nah ini dilakukan dalam Pasta Aji atau sesaat. Itu untuk menunjukkan bahwa prosesi itu sudah dilakukan sampai di ujung dan kenapa kerbau ini juga sampai saat ini memang saya tidak menemukan justifikasi khusus," katanya.

Namun demikian, Admi berpandangan penggunaan kepala kerbau dalam prosesi itu berkaitan dengan hal-hal baik.

"Kenapa kerbau. Kerbau itu memang dianggap sebagai suatu binatang yang kuat, binatang yang besar, jadi kita ingin menunjukkan bahwa Lampung itu orang yang kuat dan orang yang besar," kata Admi.

"Makanya kenapa tidak dipilih kambing. Kenapa tidak dipilih kepala ayam yang kita injak. Karena kita ingin menunjukkan bahwa orang Lampung itu tidak sembarangan," imbuh Admi.

Menurut Admi, pada satu acara tertentu seseorang ingin menunjukkan kebesaran dan kekuatan Lampung itu.

"Dan juga kenapa sih musti diinjak. Ini kan juga ada yang nanya. Kenapa kok gak di... Mung

📌 Kaynak

Bu haber XML kaynağından derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
📱
News AI World — Mobil uygulama
Bu haberleri 45 dilde, anlık çeviriyle cebinde. Erken erişim için Gmail adresini bırak.
← Tüm haberlere dön