Krisis Iklim dan Seni Bertahan Hidup di Gang Malaka Jaya Jaktim

🌱 Çevre 📰 CNN Indonesia 🕐 6 saat önce
Krisis Iklim dan Seni Bertahan Hidup di Gang Malaka Jaya Jaktim

Jalan Nusa Indah, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta, kini hijau dan tertata rapi. Inisiatif Ketua RT mengubah kawasan gersang itu menjadi living laboratory.

Jalan Nusa Indah di Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, tak ubahnya jalan lingkungan di kawasan permukiman ibu kota, Rabu (3/6). Rumah-rumah berdiri rapat di sisi kiri dan kanan jalan yang tak terlalu lebar.

Jalan hanya cukup untuk dua mobil yang berpapasan pelan. Di sejumlah titik, kendaraan yang terparkir di depan rumah membuat ruang jalan menyempit.

Di sepanjang jalan itu, belasan gang bercabang menuju permukiman warga yang lebih padat. Sebagian besar tampak serupa.

Namun, sebuah gapura berkelir kuning dan hijau di mulut Gang 8, mencuri perhatian siapapun yang lewat.

Masuk melewati gapura, pemandangan lorong sempit yang tertata rapi menyambut, lebarnya cuma sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Lantai gang dicat dengan garis putih di kedua sisi. Dinding di sebelah kiri dipenuhi dengan mural warna-warni.

Deretan akuarium berlapis keramik biru berdiri memanjang di kanan jalan. Puluhan ikan koi berenang di salah satu akuarium. Sementara lele, nila, bawal berukuran besar bergerak lincah di akuarium lainnya.

Pot-pot tanaman berjajar memenuhi sisi kiri. Sebagian tanaman merambat hingga ke atas, membuat teduh. Terus berjalan, di depan rumah-rumah warga, tong komposter dengan warna berbeda tersusun rapi.

Gang itu berada di RT 08 RW 04, luasnya sekitar 5.400 meter persegi dengan sekitar 40 rumah di dalamnya.

Hampir seluruh area dipantau kamera pengawas atau CCTV. Layar pemantau yang menampilkan rekaman dari berbagai sudut ditempatkan tepat berada di balik gapura.

Wajah RT 08 yang hijau dan tertata itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya.

Ketua RT 08, Taufiq Supriadi mengatakan gang itu dulunya gersang. Warga juga belum terbiasa memilah sampah. Taufiq mengambil inisiatif pada 2023 sejak menjabat Ketua RT.

"Jadi awal mulanya ini kan dulu gersang. Warga belum milah sampah. Terus kita kebanyakan nunggu program dari atas," kata Taufiq.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mendatangkan 817 tanaman produktif. Tanaman saat itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Taufiq saat itu bertekad mengubah kawasan gersang dan berbeton, menjadi lebih adem.

Pemberitaan soal kawasan itu mulai naik, yang kemudian memancing berbagai bantuan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk datang. Dari situ, pengembangan dilakukan secara bertahap.

"Bikin adem, oksigennya banyak, warganya enggak stres, kan gitu. Terus pemberitaan naik, orang mulai banyak datang," ujarnya.

Setelahnya pembuatan akuarium yang disebut "kolam gizi warga". Ikan Lele, Nila, Mujair hingga Bawal dibudidayakan. Ikan-ikan di kolam itu diperuntukkan bagi balita dan lan

#iklim

📌 Kaynak

Bu özet CNN Indonesia kaynağından otomatik derlenmiştir. Tamamı için orijinal habere gidin.

Orijinal haberi oku →
← Tüm haberlere dön